Non-Peraturan
              
Link Tautan Terkait
Statistik Pengunjung
Online : 1 User
Hari Ini : 55
Kemarin: 51
Bulan Ini: 1547
Tahun Ini : 21305
Total Visitor: 96080
Total Hits: 159751 Hits
24 Oktober 2020
JDIH BAGIAN HUKUM SETDA TANAH BUMBU
Berita Hukum
SOSIALISASI PRATURAN DAERAH KABUPATEN TANAH BUMBU NOMOR 6 TAHUN 2017 TENTANG KAWASAN TANPA ROKOK
Rabu, 31 Mei 2017

Latarbelakang terbentuknya PERDANo. 6 Tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok adalah bahwa rokok mengandung zat psikoaktif membahayakan yang dapat menimbulkan adiksi serta menurunkan derajat kesehatan manusia dan asap rokok tidak hanya membahayakan kesehatan perokok aktif tetapi juga menimbulkan pencemaran udara yang membahayakan kesehatan orang lain sehingga Pemerintah Daerah perlu melakukan tindakan perlindungan terhadap paparan asap rokok dengan menetapkan Kawasan Tanpa Rokok.

Terkait hal diatas, pada tanggal 23 Maret 2017 telah dilaksanakan sosialisasi Perda No. 6 Tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok bertempat di aula Kantor Kecamatan Simpang Empat dihadiri oleh peserta dari Aparatur desa/kelurahan dan tokoh masyarakat se Kecamatan Simpag Empat dengan tujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat serta meminimalisir jumlah perokok yang tidak mengetahui adanya pengaturan kawasan tanpa rokok. Karena sesuai dengan azas Perda ini adalah untuk melindungi hak azasi manusia untuk mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya melalui pengendalian terhadap bahaya asap rokok.

Subtansi Perda no. 6 tahun 2017 tentang kawasan tanpa rokok ini adalah menekankan pada perokok untuk tidak merokok di kawasan yang telah ditentukan yaitu sebagaimana disebutkan pada Pasal 5  bahwa kawasan tanpa rokok meliputi :

  • a.    Fasilitas  Pelayanan Kesehatan
  • b.    Tempat proses belajar mengajar;
  • c.    Tempat anak bermain;
  • d.    Tempat ibadah
  • e.    Angkutan umum; dan
  • f.     Tempat kerja

Selain subtansi Perda yang menentukan kawasan tanpa rokok sebagaimana disebutkan diatas, Peraturan Daerah ini tidak melarang orang untuk merokok akan tetapi setelah adanya pemaparan materi terkait bahaya dampak merokok diharapkan masyarakat menyadari akan dampak bahaya dari merokok sehingga meminimalisir jumlah perokok, karena selain dampak kesehatan yang buruk juga berdampak pada pengeluaran dana untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari yang lebih penting misal, pendidikan, kebutuhan gizi dan keperluan keluarga lainnya.

Perokok aktif tidak hanya dilakukan oleh pria dewasa, tetapi juga wanita dan anak-anak remaja, persentase pengeluaran untuk rokok dan pengeluaran pengembangan SDM dari rumah tangga , pengeluaran rokok ternya lebih tinggiselain itu dampak negatif yang ditimbulkan asap rokok mempengaruhi kesehatan antara lain : penyakit tidak menular seperti hipertensi, jantung, gangguan pada janin.

Mencegah orang untuk tidak meroko bukanlah hal mudah tetapi kembalikan pada kesadaran tiap individu tersebut. Melalui Perda ini kita mengupayakan adanya perlindungan dan kepedulian kesehatan masyarakat. Selain itu dengan adanya ketentuan pidana yang diatur dalam Perda ini, bahwa :

1.    Setiap orang yang merokok,  di Kawasan Tanpa Rokok dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau pidana denda paling banyak Rp. 25.000.000,00 (dua puluh lima juta rupiah).

2.    Setiap orang/badan mempromosikan, mengiklankan, menjual dan/atau membeli rokok di Kawasan Tanpa Rokok dipidana dengan pidana denda paling banyak Rp. 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah).

Kesimpulan dari sosialiasi Perturan Daerah Nomor 6 Tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok adalah:

1.    Aparatur Desa/ Kekelurahan yang telah hadir pada acara sosialisasi hari ini diharapkan menyebar luaskan informasi adanya pengaturan Kawasan Tanpa Rokok sebagaimana tertuang dalam Perda No. 6 Tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok;

2.    Bagi perokok aktif diharapkan agar sadar dan mematuhi adanya larangan merokok di kawasan yang telah ditentukan;

3.    Dengan adanya sanksi bahwa merokok di Kawasan Tanpa Rokok ada ketentuan sanksi pidananya diharapkan meminimalisir jumlah perokok yang tidak mengetahui bahwa telah diatur dalam Perda No. 6 tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok.